Aurum “rebound” terangkat ekspektasi stimulus dan kekhawatiran ekonomi

pixlr_20200826093552700_copy_1024x682

Chicago (ANTARA) – Harga emas rebound pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah penurunan tajam pada bagian sebelumnya saat kekhawatiran atas pemulihan ekonomi global serta ekspektasi provokasi fiskal dan moneter lebih sendat memberikan dukungan terhadap logam safe-haven .

Perikatan emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, melonjak 22 dolar AS atau 1, 19 upah menjadi ditutup pada 1. 876, 4 dolar AS per ounce. Namun, kenaikan tersebut belum sanggup mengangkat emas kembali di tempat level pssikologis 1. 900 dolar AS per ounce.

Emas berjangka anjlok 97, 3 dolar AS atau 4, 99 persen menjadi 1. 854, 40 dolar AS pada Senin (9/11/2020), setelah bertambah 4, 9 dolar AS atau 0, 25 tip menjadi 1. 951, 70 dolar AS pada Jumat (6/11/2020), & melambung 50, 6 dolar GANDAR atau 2, 67 persen menjelma 1. 946, 80 dolar GANDAR pada Kamis (5/11/2020).

“Emas mencoba menemukan keseimbangan cepat ini, 24 jam setelah gempa bumi Pfizer mengatur ulang lanskapnya. Saya memperkirakan emas akan tetap menguat, tapi itu akan memakan waktu sedikit lebih lama, ” kata Tai Wong, kepala perniagaan derivatif logam dasar dan luhur di BMO.

Baca juga: Emas anjlok 97, 3 dolar AS tertekan euforia vaksin COVID-19

“Faktor fundamental emas tetap cukup bersahabat. Stimulus sangat mungkin dan dengan vaksin kita akan mendapatkan ekspansi (ekonomi). ”

Emas kehilangan dekat lima persen pada Senin (9/11/2020), penurunan harian terbesar sejak 11 Agustus, setelah pembuat obat AS Pfizer Inc mengatakan vaksin COVID-19 lebih dari 90 persen efektif berdasarkan hasil uji coba pangkal, mengangkat ekuitas AS ke rekor tertinggi.

Namun, saham mereda pada Selasa (10/11/2020) karena kekhawatiran tentang sejauh mana efek ekonomi dari pandemi COVID-19 hidup kembali.

“Respons fiskal dan moneter terhadap pandemi ijmal akan tetap sangat akomodatif. Itu akan terus memberikan emas dan perak, serta platinum, alasan buat naik lebih tinggi, ” analis HSBC mengatakan dalam sebuah rencana.

“Tapi dukungan mental dan pergeseran sentimen risiko mungkin masih membebani emas dan logam lainnya, dengan pengecualian paladium, pada waktu dekat. ”

Baca juga: Emas terangkat 5, 9 dolar dipicu pelemahan “greenback” dan pemilu GANDAR

Emas mendapat dukungan tambahan karena sinyal permintaan dari India dan China telah membaik.

Emas cenderung mendapat keuntungan dari berterima stimulus karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi serta pelemahan mata uang.

Sementara itu, Presiden Federal Total Bank Dallas Robert Kaplan mengutarakan dia “berhati-hati dan prihatin” mengenai risiko penurunan ekonomi dalam jangka pendek karena kebangkitan kembali virus corona.

Logam klasik lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 76, 1 sen atau 3, 21 persen menjadi ditutup pada 24, 462 dolar AS per ounce. Platinum untuk transmisi Januari naik 25, 3 dolar AS atau 2, 92 obat jerih menjadi menetap di 892, 7 dolar AS per ounce.

Baca pula: Emas turun saat dolar menguat dan persaingan pemilihan AS situ ketat

Baca juga: Emas naik 17, 9 dolar saat “greenback” turun jelang keputusan pemilu AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020