Bank Syariah Indonesia bakal miliki substansi Rp214, 6 triliun

Bank Syariah Indonesia bakal miliki substansi Rp214, 6 triliun

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Total aset dan modal inti tersebut menempatkan bank hasil penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi kekayaan

Jakarta (ANTARA) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang merupakan bank syariah BUMN hasil penggabungan, bakal memiliki aset mencapai Rp214, 6 triliun dengan simpanan inti Rp20, 4 triliun.

“Jumlah aset dan modal inti itu menempatkan bank hasil penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, ” kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Penambahan Nilai Bank Syariah BUMN  Hery Gunardi dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia dinilai sejalan pembentukan ekosistem halal

Selain itu, lanjut dia, juga menjadikan Bank Syariah Indonesia jadi 10 bank syariah terbesar dalam dunia dari sisi kapitalisasi rekan dalam 5 tahun ke depan.

Ia menyampaikan kalau rencana penggabungan usaha bank syariah BUMN, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) kian dimatangkan.

Pada Jumat, mutasi ringkasan rancangan penggabungan usaha (merger) yang memuat tambahan penjelasan ihwal struktur, nama, dan logo bank baru telah dilakukan.

Nama PT Bank Syariah Nusantara Tbk akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRIsyariah Tbk selaku bank yang menerima penyatuan bilamana seluruh prosesnya telah tuntas.

Disebutkan, kantor sentral Bank Hasil Penggabungan akan beruang di Jl. Abdul Muis No 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS.

Bank hasil penggabungan itu akan melakukan kegiatan usaha pascamerger di kantor pusat, cabang, serta unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.

Hery yang juga Direktur Utama Bank Syariah Mandiri menyampaikan perubahan ringkasan rencana merger juga memuat rencana perubahan struktur organisasi bank yang menerima penggabungan yakni BRI Syariah.

“Pascamerger, bank hasil penggabungan akan memiliki susunan kepengurusan yang diperkuat oleh 10 pengurus, ” katanya.

Dia menambahkan nama-nama tiap direksi, jawatan komisaris dan dewan pengawas syariah (DPS) bank hasil penggabungan bakal dibahas dalam RUPSLB BRIS dengan diperkirakan dilaksanakan pada 15 Desember 2020.

Ia merinci 10 posisi direksi yang hendak mengelola jalannya usaha bank buatan penggabungan terdiri atas direktur sari, dua posisi wakil direktur utama, dan masing-masing satu direktur wholesale & transaction  banking.

Kemudian, direktur retail  banking;   sales & distribution;   information  technology & operations;   risk  management;   compliance & human  capital;   dan finance & strategy.

Baca juga: Bank syariah BUMN hasil merger akan bernama Bank Syariah Indonesia
Baca juga: Wapres: Merger bank syariah diharapkan jadi jangkar ekonomi syariah

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020