BI: Penilaian Fitch bentuk pengakuan untuk prospek ekonomi Indonesia

BI: Penilaian Fitch bentuk pengakuan untuk prospek ekonomi Indonesia

Ke depan, Bank Indonesia akan langsung mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta langsung bersinergi dengan pemerintah untuk

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) menilai keputusan Fitch untuk mempertahankan peringkat utang Indonesia di dalam BBB dengan outlook stabil atau mulia investasi merupakan pengakuan atas peluang ekonomi yang terjaga dalam pandemi COVID-19.

“Afirmasi rating Nusantara pada peringkat BBB dengan outlook tetap merupakan bentuk pengakuan Fitch, jadi salah satu lembaga pemeringkat istimewa dunia, atas stabilitas makroekonomi serta prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di pusat pandemi COVID-19 yang menekan perekonomian global, ” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pernyataan pada Jakarta, Senin.

Perry menambahkan stabilitas makroekonomi maupun prospek ekonomi jangka menengah Indonesia itu telah terjaga melalui kredibilitas kecendekiaan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara BI dan negeri.

Ia juga mengutarakan Indonesia telah mengambil berbagai kecendekiaan baik di sisi fiskal, moneter, maupun sistem keuangan secara waspada dan terukur untuk mengatasi pengaruh COVID-19 terhadap stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan.

“Ke depan, Bank Indonesia akan tetap mencermati perkembangan ekonomi global serta domestik, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus bersinergi dengan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional, ” ujarnya.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch telah mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dalam peringkat BBB atau investment grade secara outlook stabil pada 10 Agustus 2020.

Menurut Fitch, terdapat beberapa faktor kunci yang menjunjung afirmasi peringkat Indonesia tersebut jarang lain prospek pertumbuhan ekonomi nasional jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang nisbi rendah.

Fitch membuktikan bahwa pemerintah telah merespons pandemi COVID-19 dengan cepat melalui bermacam-macam kebijakan stimulus untuk mendukung daerah rumah tangga dan korporasi, termasuk Daya Kecil dan Menengah (UMK).

Pemerintah juga menempuh sebanyak langkah terobosan yang bersifat tengah, termasuk penundaan ketentuan batas atas defisit fiskal sebesar tiga obat jerih terhadap PDB selama tiga tarikh, serta kebijakan pembiayaan defisit dengan langsung oleh bank sentral.

Mengenai kesepakatan burden sharing kurun BI dan pemerintah dalam membayar pengeluaran negara terkait COVID-19, Fitch memandang kesepakatan ini akan membangun mengurangi beban bunga yang ditanggung pemerintah.

Kebijakan moneter di Indonesia selama beberapa tarikh terakhir yang dinilai kredibel menyampaikan keyakinan kepada Fitch bahwa kesepakatan itu akan bersifat temporer (one-off). Fitch memperkirakan skema itu juga tidak akan memberikan tekanan inflasi pada 2020 seiring permintaan yang masih lemah.

Fitch ikut mencatat bahwa BI telah menyediakan likuiditas bagi sistem perbankan sebagai respon atas terjadinya pandemi disertai dengan penurunan suku kembang kebijakan sebesar 100 basis poin (bps) sejak Februari 2020 menjadi 4 persen.

Selain kondisi likuiditas yang memadai, Fitch menilai kondisi permodalan sektor perbankan, yang tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) juga masih berpengaruh, yaitu 22, 1 persen dalam Mei 2020.

Secara khusus, Fitch menyoroti upaya negeri untuk terus mendorong reformasi struktural berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi & menarik masuknya arus modal ganjil dalam jangka menengah panjang.

Pada sisi lain, Fitch menggarisbawahi tantangan yang dihadapi, yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta sisi struktural bagaikan indikator tata kelola dan PDB per kapita yang masih primitif dibandingkan negara peers .

Sebelumnya, Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil pada 24 Januari 2020.

Baca juga: BI: Cadangan devisa Juli 2020 terekam 135, 1 miliar dolar GANDAR

Baca juga: Pemerintah tetapkan hasil penerbitan SUN kepada BI Rp82, 1 triliun

Baca juga: Survei BI: Keyakinan konsumen Juli membaik, meski di zona putus asa
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020