BI siapkan lima jurus dukung pemulihan ekonomi 2021

BI siapkan lima jurus dukung pemulihan ekonomi 2021

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Seluruh instrumen kebijakan kami berikan untuk menanggung pemulihan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) merancang jurus yang akan ditempuh buat mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 melalui lima kebijakan moneter bersinergi dengan pemerintah dan dominasi terkait.

“Seluruh instrumen kebijakan kami berikan untuk mendukung perbaikan ekonomi nasional dengan menjaga kemantapan makro ekonomi dan sistem keuangan, ” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2021 di Jakarta, Selasa.

Gubernur BI merinci lima kebijakan itu yakni melanjutkan stimulus moneter dengan terus menempuh kebijakan suku bunga rendah dan likuiditas longgar.

Kebijakan itu, sendat dia, akan dilakukan sampai ada tanda tekanan inflasi meningkat.

Sebelumnya, bank sentral ini sudah menurunkan suku bunga tumpuan mencapai 3, 75 persen dengan dinilai terendah sepanjang sejarah.

BI juga sudah melonggarkan likuiditas melalui injeksi likuiditas ke perbankan mencapai Rp649, 9 triliun atau 4, 49 persen sejak Produk Domestik Bruto (PDB).

Likuiditas yang longgar tersebut diharapkan mendukung pemulihan ekonomi secara tetap menjaga stabilitas nilai rupiah yang berpotensi menguat karena sedang under value serta defisit transaksi berjalan dan inflasi rendah, imbal buatan menarik dan premi risiko membaik.

Kebijakan kedua, lanjut dia, kebijakan makroprudensial akomodatif buat mendukung kredit dan pembiayaan yaitu terkait pembiayaan ekonomi seperti sebelumnya BI melonggarkan uang muka rekognisi.

Kebijakan ketiga yakni berpartisipasi dalam pembiayaan APBN 2021 melalui pembelian surat berharga negeri (SBN) sesuai mekanisme pasar dengan masih berlangsung 2021-2022.

“Dalam hal pasar tidak bisa menyerap, BI akan standby untuk mengambil SBN dari pasar perdana, ” katanya.

Jurus keempat, kata dia, yakni dengan menunjang pembiayaan pembangunan dari sektor keuangan agar pembiayaan jangka panjang diperluas dan BI mendukung melalui cetak biru pengembangan pasar uang.

Dukungan kebijakan kelima yaitu mendukung ekonomi keuangan digital termasuk untuk UMKM dan ritel menggunakan digitalisasi sistem pembayaran.

Tahun ini, sebanyak 5, dua juta UMKM sudah terdaftar nasional dan ditargetkan sebanyak 12 juta UMKM bisa tersambung dengan maklumat digital serta BI sedang membentuk transaksi ritel UMKM secara digital yakni BI fast.

“Kami juga dalam proses menyambungkan berbagai layanan sistem pembayaran sebab digital banking dan fintech melalui interlink antara kedua layanan sehingga konsumen bisa memilih paling kompetitif, ” katanya.

Baca juga: Menkeu: Belanja negeri 2021 fokus pulihkan ekonomi dan masyarakat
Baca juga: Jokowi beberkan faktor-faktor pendorong pemulihan ekonomi di 2021
Baca juga: Gubernur BI paparkan strategi supaya ekonomi RI lebih mantap di 2021

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020