Bioskop Italia kembali ditutup hingga 24 November 2020

Bioskop Italia kembali ditutup hingga 24 November 2020

Jakarta (ANTARA) – Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Minggu (25/10) waktu setempat mengumumkan langkah-langkah baru buat mencegah penyebaran COVID-19 yang batal dari penguncian total, termasuk mengucup bioskop di negara itu mulai hari ini hingga 24 November, demikian dilansir Variety.

Walaupun keputusan telah ditetapkan, organisasi peserta pameran di negara itu, ANEC segera memprotes penutupan paksa bioskop serta mengeluarkan surat terbuka kepada perdana menteri.

Tulisan tersebut secara garis besar menyatakan ketidaksetujuan mereka dan menggarisbawahi soal dampak yang menghancurkan untuk usaha mereka dari langkah pemerintah.

Langkah-langkah baru yang diumumkan pada hari Minggu juga melibatkan penutupan bioskop live , ruang permainan, dan sentral kebugaran. Sementara bar dan restoran harus tutup setelah pukul 18: 00 serta jam malam juga akan diberlakukan.

Baca juga: CGV tutup sementara bioskop di Jakarta

Baca selalu: Khawatirkan virus corona, Shanghai menutup bioskop selama libur Imlek

Italia adalah negara Eropa yang paling terpukul oleh pandemi dan yang pertama melakukan melangsungkan isolasi pada Maret. Italia sebelumnya telah bangkit kembali dan menjelma tuan rumah Festival Film Venesia pada September, festival besar perdana yang diadakan secara fisik.

Bioskop film dibuka kembali di Italia pada 15 Juni dengan jarak sosial antar kedudukan. Namun bioskop juga berjuang untuk mendapatkan lebih dari 25 komisi penonton, karena kelangkaan judul film Hollywood setelah “Tenet” pada September.

Judul terlaris simpulan pekan ini adalah drama muda Italia “Sul Più Bello, ” film thriller fiksi ilmiah Gerard Butler “Greenland”, dan komedi hitam lokal “The Predators” oleh Pietro Castellitto, pemenang hadiah festival Venesia belum lama.

Saat ini ketakutan besar bagi peserta pameran adalah bahwa penutupan bioskop saat ini dapat diperpanjang hingga musim Natal yang secara kolektif diharapkan oleh industri Italia dapat menandai bintik balik.

Dalam surat terbuka mereka kepada Giuseppe Conte, ANEC mengatakan bahwa memperpanjang penutupan setelah 24 November akan berarti “hukuman mati untuk seluruh zona pameran Italia. ”

Sementara itu, Conte mencoba untuk menenangkan ketakutan tersebut dengan mengutarakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan pembatasan sekarang dengan harapan meratakan kurva dalam beberapa minggu ke depan untuk membuat Natal yang lebih “tenang”.

Baca juga: Kausa film James Bond diundur, hidup Cineworld AS tutup

Baca juga: Bioskop digital terbesar di Taiwan tutup mulai September

Mengucapkan juga: Sempat dibuka, China kembali tutup bioskop-bioskopnya

Juru bahasa: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020