BPS catat kenaikan harga pangan pelatuk inflasi November 2020

BPS catat kenaikan harga pangan pelatuk inflasi November 2020

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga sebesar pangan telah memicu terjadinya inflasi pada November 2020 sebesar 0, 28 persen.

Deputi Tempat Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto di Jakarta, Selasa, mengucapkan salah satu penyebab terjadinya kemajuan harga itu adalah pasokan yang terganggu karena musim hujan.

“Inflasi pada November ini harus diwaspadai, karena mulai musim hujan dan pengaruh libur lama beberapa waktu lalu. Cuaca tersebut juga bisa menghambat distribusi bahan ke konsumen, ” katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga pangan tersebut membuat kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang inflasi tinggi pada periode ini yakni sebesar 0, 86 persen.

“Kenaikan harga itu terlihat dari bahan makanan yang menolong andil inflasi yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah, ” kata Setianto.

Kaum pengeluaran lainnya yang juga merasai inflasi antara lain kelompok kesehatan tubuh 0, 32 persen, kelompok pemindahan 0, 30 persen dan gerombolan pakaian dan alas kaki 0, 14 persen.

Walaupun demikian, terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi sehingga mampu menekan inflasi yaitu kelompok perawatan karakter dan jasa lainnya 0, 23 persen serta kelompok perumahan, cairan, listrik dan bahan bakar sendi tangga 0, 04 persen.

Setianto menambahkan, dari 90 kota IHK, sebanyak 83 praja mengalami inflasi dan hanya tujuh kota yang menyumbang deflasi selama November 2020.

Inflasi tinggi terjadi di Tual sebesar 1, 15 persen dan inflasi rendah terjadi di Bima 0, 01 persen. Sedangkan deflasi mulia terjadi di Kendari 0, 22 persen dan deflasi rendah dalam Meulaboh dan Palopo masing-masing 0, 01 persen.

Secara inflasi November tercatat 0, 28 persen, maka inflasi tahun takwim Januari-November 2020 sebesar 1, 23 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 1, 59 persen.

Baca juga: Survei BPS: Agenda Kartu Prakerja tingkatkan keterampilan penyambut

Baca juga: BPS catat tiga rumor krusial untuk diatasi guna mencapai Indonesia emas

Baca juga: BPS catat ekspor pertanian Oktober tumbuh positif 1, 26 persen
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © JARANG 2020