Diinisiasi Indonesia, PBB sahkan resolusi untuk lindungi pelaut

Diinisiasi Indonesia, PBB sahkan resolusi untuk lindungi pelaut

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Resolusi itu merupakan bukti nyata kiprah Nusantara sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar dalam mendorong kerja sebanding untuk melindungi pelaut terutama lantaran dampak pandemi COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Sidang Majelis Umum (SMU) PBB telah mengesahkan secara konsensus resolusi yang digagas Nusantara tentang kerja sama antarnegara buat melindungi pelaut (seafarers) di masa pandemi.

“Resolusi ini merupakan fakta nyata kiprah Indonesia sebagai negeri maritim dan kepulauan terbesar di dalam mendorong kerja sama untuk melindungi pelaut terutama dari dampak pandemi COVID-19, ” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam petunjuk tertulis, Rabu.

Putusan yang disahkan pada Selasa (1/12) di New York, Amerika Serikat, disponsori oleh 71 negara anggota PBB dan merupakan resolusi Indah Umum PBB pertama terkait pelaut dan pengelolaan arus barang secara global.

Menurut Menlu Retno, dukungan dari 71 negara PBB menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam memperjuangkan isu strategis dan menjadi “jembatan” antara berbagai keinginan negara dari berbagai kawasan.

Hal ini merupakan terobosan penting mengingat isu pelaut menjadi perhatian semua pihak khususnya dalam masa pandemi COVID-19.

Resolusi itu antara lain menodong negara-negara untuk menetapkan pelaut sebagai key workers atau pekerja sektor penting, melaksanakan ketentuan tentang keselamatan pelaut termasuk pergantian awak kapal, & mendorong kerja sama semua bagian untuk memfasilitasi perjalanan, repatriasi, mengikuti akses layanan kesehatan bagi pelaut.

Wakil Tetap MENODAI untuk PBB Duta Besar Dian Triansyah Djani menegaskan bahwa, sokongan berbagai negara atas inisiatif Nusantara ini tidak terlepas dari kedudukan aktif diplomasi multilateral Indonesia di bidang kelautan dan pengelolaan arus barang global, termasuk dalam memerosokkan kerja sama di tengah situasi COVID-19.

Inisiatif Indonesia di PBB ini sejalan dengan upaya mendorong peningkatan perdagangan internasional dan kelancaran transportasi laut.

Sektor perkapalan mengangkut 80 persen produk perdagangan dunia & memainkan peran penting dalam bertemu tantangan COVID-19, khususnya untuk mengangkut obat-obatan dan alat-alat kesehatan, makanan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Saat ini Indonesia memasukkan urutan ketiga terbesar yang memiliki tenaga pelaut di dunia sesudah China dan Filipina.

Berdasarkan data UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), ada sekitar dua juta pelaut pada dunia yang bekerja di lebih dari 980. 000 kapal komersial dan mengangkut lebih dari 11 miliar ton produk perdagangan global.

Membaca juga: Pemerintah diminta lebih responsif terhadap pengaduan awak kapal ikan

Baca juga: Ratusan WNI yang beroperasi di kapal ikan China dipulangkan ke Tanah Air

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020