Harga Cukai ingatkan masyarakat waspada kepada modus penipuan lelang

Harga Cukai ingatkan masyarakat waspada kepada modus penipuan lelang

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Beban Cukai tidak pernah melakukan lelang lewat medsos, pesan WA, ataupun semacamnya

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Direktorat Jenderal Bea dan Bea (DJBC) Kementerian Keuangan mengingatkan kelompok untuk mewaspadai modus penipuan lelang yang masih marak dan mengatasnamakan otoritas kepabeanan dan cukai.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu, menyampaikan lelang palsu merupakan salah mulia dari enam modus penipuan yang biasa dilakukan oknum.

Modus lainnya adalah jual beli online barang kiriman dalam negeri, barang kiriman luar negeri, modus saudara yang ditahan karena membawa kekayaan, kiriman diplomatik, dan jasa pengerjaan kasus tangkapan Bea Cukai.

Untuk lelang palsu, dia menjelaskan biasanya dilakukan oleh karakter dengan modus lelang bersifat tertutup atau internal tapi resmi.

Pada awalnya, pelaku menawarkan lelang barang sitaan Bea Tol melalui beberapa saluran komunikasi antaralain media sosial, Whatsapp group, atau SMS berantai.

Seringkali harga yang dicantumkan dalam lelang palsu itu sangat murah secara embel-embel barang sitaan atau bahan lelang Bea Cukai agar bahan korban semakin tergiur.

“Bea Cukai tidak pernah melangsungkan lelang lewat medsos, pesan WA, atau semacamnya, lelang resmi akan selalu ditampilkan di website. Kalaupun ada pengumuman di medsos, oleh sebab itu akan tetap diarahkan ke website resmi, ” katanya.

Untuk meyakinkan calon korbannya, karakter bahkan menyertai tawaran lelang dengan surat izin lelang palsu yang ditandatangani oleh pejabat aparat penegak hukum disertai meterai dan menjepret.

“Tidak tanggung-tanggung, pelaku juga kami dapati membuat tulisan izin bahkan kartu identitas serta KTP atas nama pejabat. Tentunya ini semua palsu dan mengenai hukum, ” ujar Syarif.

Salah satu contoh kasus lelang palsu tersebut adalah lelang internal kendaraan mobil yang mengatasnamakan Dewan Pelayanan Utama Bea Cukai.

Modusnya adalah penyebaran lampiran surat beserta nomor palsu yang berisi tabel daftar jenis, tipe, dan harga mobil dengan keterangan bahwa kondisi mobil masih segar dan harga sudah termasuk STNK, BPKB, asuransi dan biaya pengiriman unit.

Selain itu, lampiran surat tersebut menyertakan nomor rekening dari beberapa bank untuk lebih meyakinkan masyarakat.

“Calon korban lelang kemudian hendak diminta untuk transfer uang ke rekening pribadi yang kadang disamarkan menjadi rekening bendahara lelang, tapi tetap saja itu rekening karakter pelaku, ” ujarnya.

Untuk terhindar dari penipuan lelang, masyarakat yang berminat mengikuti lelang resmi dapat langsung mengunjungi website penyelenggara yaitu www.lelang.go.id, www.kemenkeu.go.id, www.beacukai.go.id, atau subdomain dari akun itu.

“Uang yang digunakan sebagai jaminan lelang harus disetorkan ke rekening penampungan lelang dengan tercantum dalam pengumuman lelang atau melalui virtual account rekening penghimpunan lelang, ” kata Syarif.

Syarif menegaskan lelang Imbalan Cukai ataupun Kementerian Keuangan tak pernah menggunakan rekening atas nama pribadi dan tidak pernah menjanjikan kepada pihak manapun yang menjadi peserta lelang untuk bisa menjadi pemenang lelang.

“Bagi masyarakat yang mendapati indikasi penipuan seperti beberapa modus tersebut, diharapkan segera melapor ke Kantor Imbalan Cukai terdekat atau langsung men contact center Bea Cukai pada nomor 1500225, ” ujarnya.

Baca pula: Bea Cukai musnahkan barang ilegal senilai Rp5 miliar di Gedung Sate
Baca juga: Dana Cukai Jambi amankan sopir truk pengangkut rokok ilegal
Menyuarakan juga: Bea Cukai, TNI AL, dan Ditpolairud lakukan patroli bahar bersama

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © JARANG 2020