Kasal sebut gandeng SKK Migas angkat KRI Nanggala-402

kasal-sebut-gandeng-skk-migas-angkat-kri-nanggala-402-1

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Sampai dengan era ini posisi kapal sedang tetap belum bergeser

Sidoarjo (ANTARA) –

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengucapkan pihaknya akan menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Desa Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk membantu mengangkat KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.

“Sampai dengan saat ini kondisi kapal masih tetap belum bergeser, ” kata Kasal Yudo Margono, usai mengunjungi rumah salah satu kru KRI Nanggala-402 yakni Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Kolonel (P) Harry Setiawan, di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.

Ia mengetengahkan, pihaknya juga melakukan pengamanan di lokasi tenggelamnya kapal selam tersebut dengan menyiagakan petugas di lokasi.

“Ke depan kami ajukan buat dilakukan pengangkatan, dan ana sudah koordinasi dengan SKK Migas karena mereka dengan memiliki kemampuan untuk mengangkat kapal tersebut, ” ujarnya pula.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian, dan petugas aslog juga sudah menghubungi SKK Migas supaya kapalnya mampu segera diangkat.

“Minta doanya saja supaya kapalnya mampu segera diangkat. Saat tersebut masih rapat dan dihitung berapa beratnya, dari gambar-gambar tersebut, ” ujarnya lagi.

Disinggung terkait dengan status psikologis keluarga kru kapal itu, dirinya mengatakan era ini menyiagakan petugas ilmu jiwa untuk mendampingi keluarga yang ditinggalkan.

“Petugas psikologi siap mendampingi karena kondisi psikologis keluarga yang ditinggal berbeda-beda, ” ujarnya.

Sebelumnya, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam terjadi bukan karena terjadi “human error” (kesalahan manusia).

“Saya berkeyakinan ini (tenggelamnya KRI Nanggala, Red) bukan karena ‘human error’ , tapi bertambah pada faktor alam, ” kata Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (25/4).

Ia menjelaskan kalau untuk proses investigasi hendak dilakukan setelah proses pengangkatan KRI Nanggala-402 selesai dilakukan. Dia menegaskan bahwa pesawat tenggelam bukan terjadi karena human error. Hal ini dipastikan karena saat jalan menyelam itu sudah meniti prosedur yang benar.
Baca serupa: Bupati Bogor-istri almarhum Letkol Irfan Suri saling ucap duka cita
Mengucapkan juga: Kasal kunjungi panti duka korban KRI Nanggala 402 di Bogor

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021