Kepala Jokowi sanjung kiprah pendidikan dan dakwah Mathla’ul Anwar

presiden-jokowi-sanjung-kiprah-pendidikan-dan-dakwah-mathlaul-anwar-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Megamendung, Bogor (ANTARA) – Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyanjung kiprah pendidikan dan dakwah Mathla’ul Anwar yang perjalanannya sudah berusia 105 tarikh, karena dianggap mencerdaskan & mencerahkan umat.

“Dakwah Mathla’ul Anwar yang menyenangkan bagi semua anak keturunan mohon untuk terus dilanjutkan, yaitu dakwah yang menjadi inspirasi bagi umat beserta menjadi sumber kemajuan, keadilan, dan kedamaian untuk membangun peradaban bangsa yang semakin terbuka, demokratis, dan berkeadilan, ” ungkapnya saat membuka Muktamar ke-20 Mathla’ul Anwar secara virtual, Jumat.

Presiden dalam Muktamar yang berlangsung di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu menyebutkan bahwa Ormas Islam tersebut telah beranak banyak tokoh besar yang selalu setia menjaga & merawat NKRI.

Menurut Presiden, semangat Mathla’ul Anwar untuk mencerdaskan umat relevan dalam situasi dunia yang penuh tantangan, bagaikan sekarang. Pasalnya, kini arus informasi berlimpah dan sering diwarnai hoax serta ujaran kebencian.

Dia juga mengingatkan bahwa Nusantara mendapatkan anugerah sebagai negeri yang majemuk dan beragam dari sisi agama, suku, dan bahasa. Anugerah tersebut, menurut Presiden harus disyukuri dan digunakan sebagai kekuatan untuk membangun kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Baca juga: Presiden harapkan masukan semua pihak atas pradesain Istana Negara

“Karena itu moderasi agama yang selalu diusung oleh Mathla’ul Anwar harus terus dilanjutkan dan bisa menjadi contoh untuk seluruh masyarakat Indonesia pada upaya memperkokoh kedamaian & memberi manfaat bagi umum dan alam semesta, ” kata Presiden.

“Saya juga berharap biar Mathla’ul Anwar terus meningkatkan kerjasama dan kolaborasi secara berbagai kalangan untuk memberdayakan ekonomi umat dalam buram ikut mengentaskan kemiskinan & keterbelakangan serta ketimpangan, ” tambahnya.

Menurut dia, Pemerintah sedang terus bersakitsakit memulihkan kesehatan masyarakat dan membangkitkan ekonomi nasional. Di dalam hubungan itu ia membawa Mathla’ul Anwar untuk bergerak bersama mengajak masyarakat buat ikut vaksinasi serta tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

Tujuannya tak lain agar ikut membantu pemerintah dalam menekan penyebaran pandemi COVID-19 serta memulihkan kondisi masyarakat agar mereka kembali produktif dan bisa kembali beraktivitas dengan aman.

“Saya percaya muktamar ini akan semakin meneguhkan semangat Mathla’ul Anwar untuk terus berjuang di jalan pendidikan, dakwah dan sosial guna membebaskan asosiasi dari kebodohan dan ketertinggalan serta terus berikhtiar buat memajukan negara kita, Nusantara, ” ujarnya.

Baca pula: PB Mathla’ul Anwar: Pengetahuan agama yang benar dukung kepatuhan hukum

Sementara, Kepala Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) KH Ahmad Sadeli Karim dalam laporannya mengemukakan bahwa Muktamar ke-20 Mathlaul Anwar diikuti oleh perwakilan Mathla’ul Anwar dibanding seluruh provinsi di Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan bersaingan dengan Munas kelima Muslimat Mathla’ul Anwar.

Ia mengucapkan terima afeksi kepada Presiden Jokowi dengan telah berkenan membuka Kerapatan ke-20 Mathla’ul Anwar. Pemimpin juga membuka Muktamar ke-19 yang dilaksanakan di Pandeglang Provinsi Banten pada 8 Agustus 2015.

Ia juga mengingatkan para-para muktamirin agar terus berpegang teguh pada Sembilan Pedoman Organisasi Mathla’ul Anwar yang merupakan pedoman untuk mengetengahkan pendidikan, dakwah, dan baik sesuai visi Ormas Islam tersebut.

Sementara itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam petunjuk secara virtual mengharapkan Mathla’ul Anwar bisa terus berangkulan dengan Kementeraian Agama beserta mengucapkan penghargaan yang agung kepada Ormas tersebut yang di usianya ke-105 terus aktif dalam membangun keluarga melalui bidang pendidikan, seruan, dan sosial.

“Maka, ke depan, Mathla’ul Anwar dan NU menetapkan terus bergandengan tangan meneruskan semangat moderasi beragama dan menekankan arti pentingnya kerukunan beragama, karena tanpa aman akan sulit tercipta kemajuan, ” kata Yaqut.

Membaca juga: Mathla’ul Anwar catatan Presiden cabut Perpres Investasi Miras

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021