Ma’ruf Amin: Parpol jangan jadi tunggangan untuk kepentingan tertentu

Ma'ruf Amin: Parpol jangan jadi tunggangan untuk kepentingan tertentu

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap partai politik, molek berbasis Islam maupun non-Islam, jangan hanya menjadi kendaraan yang digunakan oleh pribadi atau kelompok tertentu.

“Kita berharap agar golongan politik tidak hanya dijadikan tunggangan atau kendaraan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi masing-masing berjalan memperoleh manfaat dan maslahat dengan sifatnya pribadi. Tetapi partai sepatutnya digunakan sebesar-sebesarnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa, ” kata Ma’ruf Amin, saat menutup Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara daring di Jakarta, Minggu.

Dalam konteks demokrasi, tinggi Wapres, partai politik harus berlaku dalam menjaga keutuhan, persatuan & kesatuan Indonesia sebagai bangsa bermacam-macam dengan berbagai perbedaan dan keberagaman masyarakat.

Baca juga: Wapres tutup Perhimpunan IX PPP

“Sebagai bangsa yang mulia dan majemuk, perbedaan dan keberagaman adalah sumber kekuatan kita, ” tukasnya.

Partai politik juga diharapkan untuk proaktif pada mengedepankan musyawarah dan dialog pada membangun konsensus. Musyawarah harus dijadikan mekanisme baku dalam menyelesaikan memperlawankan pendapat atau persoalan bangsa yang lain, tegas Ma’ruf Amin.

“Saya yakin apabila peran ini dilakukan oleh semua partai kebijakan, maka banyak persoalan yang kita hadapi dapat kita selesaikan secara solusi yang terbaik. Saya tetap mekanisme ini adalah salah kepala esensi dari demokrasi Pancasila, ” katanya.

Baca juga: Akademisi: Muktamar PPP menjadi penentu nasib partai di dalam Pemilu 2024

Penyelenggaraan Muktamar IX PPP berpusat di Makassar dan diikuti secara virtual di sembilan praja besar lain, yakni Medan, Medan, Palembang, Banten, Bogor, Semarang, Surabaya, Samarinda dan Manado.

Dalam Rapat Paripurna VII Perbincangan IX PPP, Suharso Monoarfa, dengan merupakan calon tunggal ketua umum PPP, terpilih secara aklamasi untuk menjabat sebagai Ketua Umum PPP periode 2020-2025.

Gajah Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Awak Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Perintah (Plt) Ketum PPP menggantikan Romahurmuziy yang tersandung kasus suap pada lingkungan Kementerian Agama.

Baca juga: Pemimpin: PPP bisa jadi teladan memperkokoh persatuan dan kerukunan

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020