Masa Bahlil Lahadalia naik “pangkat” jadi Menteri Investasi

ketika-bahlil-lahadalia-naik-pangkat-jadi-menteri-investasi-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Mulai sekarang kudu berpikir jadi entrepreneur, menjelma pengusaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain

Jakarta (ANTARA) – Satu setengah tahun berjibaku mengurus masalah investasi saat memimpin Kepala Pranata Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia kini resmi naik pangkat jadi Gajah Investasi.

Dilantik pada Istana Negara, Rabu (28/4), oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahlil Lahadalia mengambil sumpah sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan 2019-2024.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya mau setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan mewujudkan segala peraturan perundang-undangan secara selurus-lurusnya demi dharma setia saya kepada bangsa & negara, bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan mau menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, secara penuh rasa tanggung pikiran, ” kata Bahlil Lahadalia yang dipandu Presiden Jokowi dan rohaniawan.

Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, pada 7 Agustus 1976 itu punya situasi belakang sebagai pengusaha dengan memiliki 10 perusahaan pada berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai induk perusahaan.

Dengan pengalamannya jadi pengusaha, Bahlil Lahadalia biar pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015–2019.

Di dunia politik, Bahlil Lahadalia pernah bergabung sebagai kader Golongan Golkar. Namun ia sudah keluar dari partai itu pada 2009.

Meski lahir di Maluku, Bahlil melanjutkan sekolah dan meraih gelar sarjananya pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.

Manis karirnya saat ini sungguh berbeda dengan pahitnya kehidupan yang dijalaninya sejak kecil. Pada berbagai kesempatan, Bahlil Lahadalia kerap menceritakan pengalaman hidupnya yang merupakan seorang putra dari ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Kondisi tersebut membuatnya mandiri dan punya tekad berpengaruh untuk sukses.

“Ketika SD, saya kudu pikul kelapa dari bukit api untuk membiayai uang sekolah saya. Ketika hamba melanjutkan sekolah ke Papua, saya berjualan kue dari rumah ke rumah, dibanding hasil yang Ibu kami buat. Saya juga sudah menjual koran, menjadi kondektur dan sopir angkot. Tapi saya tidak pernah aib, ” kisah Bahlil Lahadalia dalam suatu kesempatan.

“Bertransformasi dari tumbuh susah, pernah menjadi kondektur dan sopir angkot, morat-marit bisa menjadi Ketua Ijmal HIPMI, yang baru kali itu berasal dari Timur. Kini, 44 tahun kemudian, dipercaya oleh Bapak Pemimpin untuk mengemban amanah menjelma Kepala BKPM. Tidak tersedia keberhasilan tanpa perjuangan, ” lanjutnya.

Karena pengalamannya itu, Bahlil Lahadalia pun kerap mendorong serta memberi semangat anak-anak muda, khususnya mahasiswa, untuk siap pengusaha sukses.

“Mulai sekarang harus bekerja jadi entrepreneur , menjadi pengusaha dengan mampu membuka lapangan order untuk orang lain, ” pesannya.

Baca juga: Kepala lantik Bahlil Lahadalia jadi Menteri Investasi

Kemampuan cemerlang

Memimpin BKPM sejak Oktober 2019, rekam jejak Bahlil Lahadalia bisa disebut terang. Pasalnya, ia berhasil me sejumlah prestasi, mulai dibanding mengeksekusi investasi mangkrak hingga menarik sejumlah perusahaan aneh merelokasi investasi mereka ke Tanah Air.

Dalam catatan BKPM, sebab total Rp708 triliun investasi mangkrak, hingga kini ia telah berhasil mengeksekusi Rp517, 6 triliun atau kira-kira 73 persen.

Ada pun terkait relokasi, di masa kepemimpinan Bahlil Lahadalia, belasan perusahaan menyungguhkan diri untuk merelokasi kongsi mereka ke Indonesia.

Pada Juli 2020, sudah ada satu perusahaan asal Taiwan PT Meiloon Technology Indonesia, yang sudah melakukan peletakan batu mula-mula pabrik di Subang, Jawa Barat. Meiloon merelokasi investasinya dari Suzhou, China, ke Indonesia, senilai total 90 juta dolar AS.

Di sisi lain, ada 13 perusahaan asing yang memastikan diri bakal merelokasi investasi senilai 6, 9 miliar dolar GANDAR dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 65 seperseribu orang.
Kendati pandemi COVID-19 membuat aliran investasi global tersendat, tapi realisasi investasi di Indonesia sepanjang 2020 lalu tercatat menyentuh Rp826, 3 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp817, 2 triliun dan tumbuh 2, 1 persen dibandingkan capaian realisasi investasi 2019 sebesar Rp809, 6 triliun.

Baca juga: Presiden beri Bahlil target investasi Rp900 triliun

Beda Kewenangan

Dalam konferensi pers usai dilantik menjadi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membaca perbedaan kewenangan BKPM dan Kementerian Investasi.

BKPM selama ini cuma mengeksekusi regulasi tapi tak memiliki kewenangan untuk menyusunnya. Naiknya status BKPM menjadi Kementerian Investasi akan jadi titik di mana lembaga itu akan bisa memproduksi dan mengintegrasikan urusan investasi secara komprehensif.

“Dan kita bisa menjelma vocal point untuk melekatkan, mengolaborasi, menjahit sektor-sektor investasi. Posisinya sama dengan departemen lain, ” kata Bahlil Lahadalia.

Kementerian Investasi pun bertekad untuk mengurus semua investasi, tidak hanya dari dalam serta luar negeri juga tak hanya mengurus investasi skala besar melainkan pula yang kecil.

Kementerian Investasi juga akan melakukan kolaborasi investasi besar dengan UMKM guna mendorong kemajuan ekonomi.

“Bapak Presiden memerintahkan kami kudu mengurus pengusaha semuanya. Tidak boleh ada pengurusan negara tertentu saja atau mulia daerah tertentu saja. Segenap rata berdasarkan aturan. Tersebut bagian implementasi sila keempat demokrasi ekonomi, ” sekapur Bahlil  Lahadalia.

Sejak menjadi Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia sudah membahu sejumlah beban, salah satunya target realisasi investasi Rp900 triliun. Target tersebut bahkan disampaikan langsung Presiden Jokowi kepada Bahlil.

Selain target investasi berfaedah fantastis, Menteri Investasi serupa diminta untuk terus memerosokkan investasi berkualitas. Investasi berkualitas yang dimaksud yaitu investasi yang merata antara Jawa dan luar Jawa.

Menteri Investasi serupa diminta untuk memadukan pengusaha besar dengan pengusaha mungil dan UMKM. Tidak lalai, satu hal prioritas, yaitu mempercepat pengurusan perizinan.

“Itu perintah Abu Presiden. Karena menahan kerelaan itu sama dengan membekukan laju pertumbuhan ekonomi nasional, menahan izin itu serupa dengan menahan penciptaan lapangan pekerjaan, ” kata Bahlil Lahadalia.

Dengan naik pangkatnya BKPM oleh karena itu Kementerian Investasi diharapkan juga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk masuk dan memendam modal di Indonesia.

Aliran modal di Tanah Air akan bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan, dan ujungnya berdampak pula untuk turut mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Bahlil jelaskan beda BKPM secara Kementerian Investasi

Oleh Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021