Menaker berharap BUMN terus beri kesempatan penyandang disabilitas

Menaker berharap BUMN terus beri kesempatan penyandang disabilitas

diharapkan BUMN  tetap mempekerjakan penyandang disabilitas serta terus memberikan kesempatan kepada mereka

Jakarta (ANTARA) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah  berharap badan usaha milik negara (BUMN) terus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas  bekerja di BUMN jadi pemenuhan hak mereka sesuai ketentuan undang-undang.

Menaker mengingatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas  antara lain mengatur tentang pemerintah pusat dan daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta perusahaan swasta wajib menutup kuota untuk pekerja penyandang  disabilitas.

Menangkap juga: Menaker Ida Fauziyah capai gelar doktor dari IPDN

“Dengan iklim saat ini diharapkan BUMN  tetap mempekerjakan penyandang disabilitas dan terus memberikan kesempatan kepada mereka, ” kata Menaker dalam sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian BUMN untuk penempatan praktisi disabilitas, yang diadakan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada Rabu.

Langkah itu dilakukan, kata Menaker Ida, jadi wujud pemenuhan hak untuk menunjukkan peran dan partisipasi penyandang disabilitas sesuai dengan potensi dan kekuatan mereka.

Baca juga: Ada PR mengejawantahkan lingkungan inklusif pekerja disabilitas, kata Menaker

UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengatur tentang pemerintah pusat dan daerah, BUMN dan BUMD paling sedikit memperkerjakan dua persen penyandang disabilitas lantaran jumlah pegawai.

Tengah perusahaan swasta wajib memperkerjakan menyesatkan sedikit satu persen penyandang disabilitas.

Baca juga: Erick – Menaker teken MoU penempatan pekerja disabilitas dalam BUMN

Baca juga: Pemerintah diharapkan tetap dorong pemberdayaan penyandang disabilitas

Ida mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan bosan mengingatkan kementerian dan lembaga, BUMN dan BUMD untuk merealisasikan ketentuan kuota praktisi disabilitas  sesuai UU tersebut.

Di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini yang memukul sektor ketenagakerjaan, Menaker ingat kesulitan yang dialami oleh banyak perusahaan tapi dia akan terus mengingatkan pentingnya komitmen untuk mengangkat hak para penyandang  disabilitas.

“Tentu kami mengapresiasi telah banyak sekali kesempatan yang diberikan tapi kiranya bisa mencapai dua persen meskipun saya tahu dalam kondisi sulit seperti ini rekan kerja kita masih terbatas, ” kata dia.

Baca juga: Pengamat: Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas masih jadi masalah

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020