Mendag lepas ekspor perdana keluaran UMKM HIPMI

mendag-lepas-ekspor-perdana-produk-umkm-hipmi-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Diharapkan ekspor akan terus berlanjut ke depan dengan jumlah pengusaha yang semakin meningkat, jumlah produk dengan semakin banyak, serta negeri tujuan ekspor yang semakin bertambah

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor perdana komoditas makanan berbasis buatan pertanian yang dilakukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) besutan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke Australia.

“Kementerian Perdagangan mengapresiasi HIPMI yang berhasil mengekspor produk-produknya ke Australia. Ekspor perdana ini menjadi bagian awal HIPMI berkontribusi dalam menduniakan Indonesia sehingga ke manapun kita pergi kita dapat menemui produk-produk Indonesia dengan mudah, ” ujar Mendag melalui keterangan formal di Jakarta, Jumat.

Mendag juga mengantarkan, makanan dan minuman Indonesia akan menjadi produk perempuan cantik di mancanegara.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, pelepasan ekspor pertama produk makanan berbasis hasil pertanian yang dilakukan HIPMI ini merupakan langkah pangkal yang baik.

“Kementerian Perdagangan terus memerosokkan para pelaku usaha, khusunya usaha kecil dan membuang (UKM) untuk bisa menjangkau dan menjadi pemain global, ” tandas Kasan.

Kasan berharap, ekspor dari anggota HIPMI bakal terus berlanjut.

“Diharapkan ekspor akan tetap berlanjut ke depan dengan jumlah pengusaha yang semakin meningkat, jumlah produk yang mulai banyak, serta negara haluan ekspor yang semakin berserang, ” imbuhnya.

Pelepasan ekspor perdana ke Australia ini, lanjut Kasan, juga merupakan langkah dengan dikonkretkan dari pemanfaatan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Kementerian Perdagangan juga terus membuka akses pasar mencuaikan perjanjian perdagangan internasional secara negara mitra dagang. Daripada 23 perjanjian perdagangan, ada 22 perjanjian perdagangan dengan sudah diimplementasikan.

Tentunya, pasar- pasar ekspor lainnya masih terbuka umum. Hal ini merupakan upaya dalam mewujudkan salah satu mandat Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan kinerja ekspor Nusantara melalui perjanjian perdagangan Indonesia.

Kasan menjelaskan ada tiga hal dengan menjadi kunci dalam jalan meningkatkan ekspor, yaitu mencuaikan pemberian dukungan, fasilitasi, serta kolaborasi.

Sokongan pemerintah melalui kementerian/lembaga terpaut seperti Kementerian Perdagangan, Departemen Luar Negeri, Kementerian Kerja sama dan UKM, Kementerian Turisme dan Ekonomi Kreatif, Departemen Perindustrian dan lainnya diperlukan para pelaku usaha di dalam memajukan usahanya.

“Dengan dukungan, fasilitasi, & kolaborasi; maka UKM akan dapat semakin maju, meningkat jumlahnya, dan dapat memajukan kontribusinya terhadap ekonomi, khususnya ekspor nasional, ” kata Kasan.

Kasan juga menyampaikan agar para pelaku usaha dapat berkomunikasi lebih lanjut dengan para-para perwakilan perdagangan RI dalam berbagai negara.

“Perwakilan perdagangan RI dalam berbagai negara siap membangun pelaku usaha untuk menyerbu pasar tujuan ekspor, ” tegasnya.

Selain itu, lanjut Kasan, pada era digital ini, para pelaku usaha juga menetapkan berkolaborasi dengan lokapasar (marketplace) agar dapat menjadi pemain global, tidak hanya dengan konvensional, tetapi juga digital.

“Pemerintah mau memberikan pendampingan dan menyimpan konsolidator kepada para UKM agar dapat memenangkan perlombaan dan berjaya di pasar global, ” pungkas Kasan.

Total perdagangan Indonesia-Australia pada Januari 2021 tercatat sebesar 749, 92 juta dolar AS ataupun meningkat 33, 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar 222, 95 juta dolar AS. Namun, impor Indonesia dari Australia sebesar 526, 96 juta dolar AS.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021