Menko Airlangga prediksi ekonomi RI tumbuh minus 0, 49 persen 2020

Menko Airlangga prediksi ekonomi RI tumbuh minus 0, 49 persen 2020

Diharapkan di kuartal ke-3 bisa membaik dengan prediksi minus dua, minus satu atau makin kita berharap bisa masuk positif

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi perekonomian Indonesia selama tahun 2020 tumbuh minus 0, 49 persen sebagai dampak pandemi COVID-19.

“Diharapkan di kuartal ke-3 bisa membaik dengan prediksi kurang dua, minus satu atau apalagi kita berharap bisa masuk nyata, ” katanya dalam peluncuran Liga Aksi Bersama Melawan Korupsi (CAC) Indonesia secara virtual di Jakarta, Selasa.

Dalam pemaparan terkait pertumbuhan ekonomi sejumlah negeri termasuk Indonesia, Menko Airlangga memperkirakan perekonomian Indonesia pada kuartal III-2020 mencapai minus 1 persen.

Kemudian, kuartal IV-2020 diperkirakan membaik menjadi positif 1, 38 persen sehingga pertumbuhan ekonomi semasa 2020 diperkirakan negatif 0, 49 persen.

Dalam pemaparan itu, Menko Airlangga menyebut konsekuensi COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan negara asing.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua negatif 5, 32 persen, merosot dibandingkan kuartal pertama mencapai 2, 97 persen.

Meski begitu, lanjut tempat, negara lain pada kuartal ke-2 tahun ini juga tumbuh negatif namun jauh lebih dalam dipadankan Indonesia.

Ia mempertontonkan Amerika Serikat pada kuartal ke-2 perekonomiannya tumbuh negatif 9, 5 persen, kemudian Inggris dan Prancis negatif 19, 9 persen & 19 persen bahkan keduanya telah mengalami resesi.

Sebagian besar negara di Eropa kemajuan ekonominya, lanjut dia, tumbuh minus pada kuartal kedua begitu pula di Brazil, Argentina, dan India yang jatuh lebih dalam negatif 18, 92 persen.

“Oleh karena itu kita harus dorong belanja pemerintah ataupun spending asosiasi diberi rasa nyaman dan aman itu yang paling penting biar spending itu bisa berjalan, ” katanya.

Pemerintah mengalokasikan perkiraan Rp695, 2 triliun untuk ongkos penanganan COVID-19 termasuk pemulihan ekonomi nasional.

Saat itu, BUMN Bio Farma sedang menyelenggarakan uji klinis kandidat vaksin COVID-19 bekerja sama dengan Sinovac sebab China.

“Kita berniat ini berhasil maka kita sudah bisa akses vaksin dan ini akan diproduksi Bio Farma serta tiga-empat vaksin juga didorong dengan Kalbe dengan Korea dan pula salah satu melalui Melinda Gates Foundation atau CEPI yang mau akses di Oxford, ” katanya.

Baca juga: BPS: pertumbuhan ekonomi terkontraksi untuk pertama kali sejak 1999
Baca juga: Meski pengurangan, Menko Airlangga nilai ekonomi MENODAI masih lebih baik
Menangkap juga: Menko Airlangga: Butuh honorarium Rp800 triliun untuk dorong penggunaan

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020