Negeri beri bintang jasa untuk gaya medis gugur tangani COVID-19

Negeri beri bintang jasa untuk gaya medis gugur tangani COVID-19

Pemerintah memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap tenaga kesehatan yang sampai era ini bekerja keras menangani COVID-19.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan pemerintah akan memberikan bintang jasa kepada tenaga medis yang gugur pada penanganan COVID-19.

“Kita mendokumentasikan banyak dokter menjadi korban serupa dalam pengabdian itu. Mungkin karena lelah, stres juga, lalu tertular, terkena COVID-19 dan meninggal, ” kata Mahfud, dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Sabtu.

Mahfud mengatakan bahwa Negeri memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap gaya kesehatan yang sampai saat tersebut berlelah-lelah menangani COVID-19.

Baca juga: Menko Polhukam: COVID-19 bisa jangkiti siapa saja tanpa pandang kasta

Bagi tenaga medis yang gugur dalam pengabdiannya menangani COVID-19, kata dia, pemerintah akan memberikan penghargaan bintang pertolongan dan santunan sebesar Rp300 juta.

Ia menyebutkan gaya kesehatan yang mendapatkan bintang uluran tangan tahap pertama sebanyak 22 orang. Bintang jasa ini rencananya diserahkan pada tanggal 13 Agustus mendatang.

Dari 22 tenaga kesehatan itu, kata Mahfud, sembilan orang mendapatkan Bintang Jasa Pratama dan 13 orang mendapatkan Kartika Jasa Nararya.

Para penerima bintang penghargaan dari kalangan tenaga kesehatan yang gugur di menjalankan tugasnya menangani COVID-19 itu telah diputuskan Dewan Gelar, Kode Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Itu sebagai bentuk penghormatan pemerintah yang sifatnya simbolik kepada yang gugur. Tentu orang beroperasi tidak ingin gugur untuk mampu penghargaan atau santunan. Ini tahap pertama, ” katanya.

Baca juga: Pakar waris tenaga medis terima sokongan BPJAMSOSTEK Rp486 Juta

Baca juga: Menkes serahkan santunan 3 tenaga medis yang gugur akibat COVID-19

Mahfud mengatakan bahwa Negeri, melalui Satgas Penanganan COVID-19 serta Kementerian Kesehatan, terus bekerja intensif untuk mendata tenaga kesehatan dengan gugur dalam penanganan COVID-19.

Selama ini, Mahfud mengutarakan bahwa Pemerintah juga telah membuktikan perhatian kepada para tenaga kesehatan tubuh yang menangani COVID-19, yakni dengan menyediakan insentif setiap bulan kepada dokter spesialis, dokter umum, maupun tenaga medis nondokter.

Besaran intensif bagi dokter ahli yang menangani COVID-19 sebesar Rp15 juta/bulan, dokter umum Rp10 juta/bulan, sementara tenaga medis nondokter sebesar Rp7, 5 juta/bulan.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: D. Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020