OJK yakin kredit perbankan masih tumbuh 3-4 persen tahun ini

OJK yakin kredit perbankan masih tumbuh 3-4 persen tahun ini

Kami yakin di 2021 pertumbuhannya akan lebih tinggi lagi

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih meyakini pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini dapat mencapai 3-4 persen dalam tengah tekanan pandemi COVID-19 dengan meningkatkan risiko kredit dan menekan permintaan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konvensi pers secara daring di Jakarta, Selasa, menjelaskan fungsi intermediasi perbankan akan terdorong oleh stimulus penjaminan dari pemerintah untuk korporasi serta juga penyimpanan dana pemerintah pada perbankan yang dapat melancarkan likuiditas.

“Itu akan memberikan efek yang lebih tinggi, dan perbankan bisa merevisi business plan- nya, perkiraan kita di 3-4 persen (yoy), jadi kalau itu dilakukan mau lebih baik, ” kata Wimboh.

Menangkap juga: OJK: Kredit perbankan hanya tumbuh 1, 49 persen semester I 2020

Meskipun masih bertumbuh, proyeksi kinerja kredit perbankan tahun itu hanya separuh dari realisasi tarikh lalu. Pada 2019 penyaluran pengaruh perbankan dapat tumbuh 6, 08 persen dibandingkan 2018.

Wimboh mengatakan beberapa kebijakan bakal mendorong pertumbuhan kredit perbankan dalam tengah pandemi COVID-19. Misalnya, logat dia, penempatan dana pemerintah di bank BUMN dan Bank Pendirian Daerah (BPD) dengan bunga sedikit. Selain itu, kebijakan untuk penjaminan kredit kepada korporasi juga hendak mengerek permintaan kredit.

Pemerintah telah menempatkan dana dalam empat bank BUMN sebesar Rp30 triliun. Wimboh meyakini dana negeri tersebut dapat digulirkan sebagai kredit hingga tiga kali lipat ataupun Rp90 triliun.

Baca juga: Kredit bermasalah bank meningkat di Juni 2020, capai 3, 11 persen

“Kemampuan bank BUMN untuk leverage (mengungkit) tiga kali lipat akan memberikan efek yang lebih tinggi, dan perbankan akan merevisi business plan -nya, ” ujar tempat.

Bahkan Wimboh meyakini pemulihan kinerja perbankan akan berlanjut di 2021. Pada tahun pendahuluan pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan pulih ke tren normal dan melewati realisasi pertumbuhan kredit di 2019 yang sebesar 6, 08 obat jerih.

“Kami yakin di 2021 pertumbuhannya akan lebih agung lagi, ” ujar Wimboh.

Adapun hingga Juni 2020 kredit perbankan baru tumbuh satu, 49 persen (year on year/yoy) atau lebih rendah dibandingkan Mei yaitu 3, 04 persen (yoy).

Membaca juga: Realisasi penyaluran dana pemerintah di bank Himbara Rp49, 65 triliun

Baca juga: Pemerintah tempatkan pemberian Rp11, 5 triliun kepada tujuh BPD

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © JARANG 2020