Pemimpin Jokowi tanggapi tewasnya 6 anggota FPI

Pemimpin Jokowi tanggapi tewasnya 6 anggota FPI

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Saya tegaskan kalau Indonesia adalah negara hukum

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menanggapi peristiwa tewasnya 4 warga Sigi dan 6 anggota Front Pembela Islam (FPI), menguatkan bahwa  hukum harus dipatuhi & ditegakkan untuk melindungi kepentingan klub, bangsa, dan negara.

Kepala Jokowi, usai berolahraga sepeda dalam Istana Kepresidenan Bogor, Minggu pagi, menanggapi peristiwa yang terjadi pada beberapa minggu terakhir ini, yaitu tewasnya 4 orang warga Suluh dan 6 orang anggota Front Pembela Islam (FPI), menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

Oleh karena itu, Kepala menegaskan bahwa sudah menjadi urusan bagi para penegak hukum untuk menegakkan hukum tersebut secara lurus.

“Saya tegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Norma harus dipatuhi dan ditegakkan buat melindungi kepentingan masyarakat, melindungi perhatian bangsa dan negara. Sudah adalah kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara tegas dan adil. Aparat hukum dilindungi sebab hukum dalam menjalankan tugasnya, ” ujar Presiden.

Bersandarkan hal itu, masyarakat tidak diperbolehkan untuk bertindak semena-mena dan melakukan perbuatan melanggar hukum yang mudarat masyarakat, apalagi bila perbuatannya tersebut sampai membahayakan bangsa dan negara. Aparat hukum juga tidak boleh gentar dan mundur sedikit kendati dalam melakukan penegakan hukum itu.

Namun, dalam melayani tugasnya, Presiden mengingatkan aparat penegak hukum pun harus mengikuti aturan hukum, melindungi hak asasi bani adam, dan menggunakan kewenangannya secara wajar dan terukur.

“Jika terdapat perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum, saya minta supaya gunakan mekanisme hukum, ” kata pendahuluan Presiden.

Mekanisme norma telah mengatur sejumlah prosedur mematok proses peradilan dengan keputusannya dengan harus dihargai. Apabila memerlukan keterlibatan lembaga independen, maka Indonesia pula memiliki Komisi Nasional Hak Pokok Manusia di mana masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya.

“Kita harus menjaga tegaknya keadilan dan kepastian hukum di negara kita, menjaga fondasi bagi kemajuan Nusantara, ” kata Presiden pula.

Turut mendampingi Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangan pers yakni Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto.
Mengaji juga: 14 saksi telah diperiksa dalam penyelidikan tewasnya 6 angkatan FPI
Baca juga: Kemarin, RDPU penembakan tol hingga pengerjaan masalah HAM masa lalu

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budisantoso Berakal
COPYRIGHT © ANTARA 2020