Presiden Jokowi gelar pertemuan bilateral dengan PM Kamboja Hun Sen

presiden-jokowi-gelar-pertemuan-bilateral-dengan-pm-kamboja-hun-sen-1

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, selepas mendaftarkan Pertemuan Pemimpin ASEAN, dalam Jakarta, Sabtu.

Bersandarkan informasi yang disampaikan Gajah Luar Negeri, Retno Marsudi, melalui keterangan virtual, pertemuan digelar di Ruang Serba Guna, Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Marsudi mengatakan, kedua pemimpin negeri bertukar pikiran mengenai dengan jalan apa upaya untuk meningkatkan kegiatan sama bilateral antara kedua negara.

Terdapat empat isu yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan itu.

Baca juga: ASEAN sampai konsensus untuk akhiri genting Myanmar

“Pertama, mengenai kegiatan sama kesehatan. Bapak Presiden menegaskan pentingnya dukungan vaksin multilateral demi kesetaraan kanal terhadap vaksin bagi seluruh negara. Presiden juga membawa Kamboja untuk memperkuat kerja sama di bidang farmasi, obat-obatan, dan peralatan kesehatan tubuh, ” ujar Marsudi.

Ia  mengatakan, peluncuran joint venture Dynamic Argon Co  Ltd  yang adalah hasil kerja sama jarang salah satu perusahaan farmasi di Indonesia dengan mitranya di Kamboja pada 2019 lalu, merupakan awal yang baik bagi kerja pas kesehatan antara kedua negeri.

Oleh karena itu Jokowi meminta dukungan Hun Sen untuk perluasan investasi BUMN dan preman Indonesia di bidang farmasi dan peralatan kesehatan pada Kamboja.

Baca juga: Vietnam apresiasi RI inisiasi pertemuan pemimpin ASEAN bahas Myanmar

Sementara isu kedua dengan dibicarakan keduanya ialah kerja sama ekonomi untuk pemulihan ekonomi. Jokowi, dalam pertemuan itu, mendorong upaya pengembangan volume perdagangan kedua negara antara lain dengan adanya jalur pengiriman langsung antara kedua negara di mana Pelindo II sudah menjajaki rencana tersebut.

“Terkait investasi, Presiden Republik Indonesia meminta dukungan biar perusahaan BUMN dan preman Indonesia dapat menjadi mitra pembangunan dan investasi istimewa di Kamboja antara asing untuk sistem perkeretaapian & pemenuhan kebutuhan gerbong kereta, pembangunan pembangkit listrik apung, kebutuhan kapal tunda, serta proyek infrastruktur di Kamboja oleh BUMN konstruksi di Indonesia, ” kata Marsudi.

Baca juga: Utusan khusus PBB adakan pertemuan sebelum KTT ASEAN tentang Myanmar

Lebih jauh, kedua kepala negara juga membicarakan kegiatan sama pertahanan di mana Jokowi berpandangan bahwa kerja sama di bidang tersebut masih perlu ditingkatkan. Kaum antara lain melalui perluasan kegiatan sama Army to Army talk serta mendorong peningkatan pendidikan dan latihan bersama personel militer kedua negara.

Terakhir, Jokowi menyampaikan perlunya sinergi antara Indonesia, Kamboja, dan Thailand di mana pada 2022 mendatang tiga negara Asia Tenggara itu akan menjadi ketua di sejumlah sistem. Indonesia menjadi ketua G-20, Kamboja menjadi ketua ASEAN, dan Thailand menjadi pemimpin APEC.

Baca juga: Brunei: Para pemimpin ASEAN mau bertemu untuk bahas Myanmar

“Presiden Republik Indonesia memberikan harapan agar terdapat penyerasian dan sinergi antara ketiga negara yang semuanya ialah negara anggota ASEAN cara dari segi waktu penyelenggaraan maupun substansinya, ” ujarnya.

Mendampingi Jokowi dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,   Marsudi, dan Carik Kabinet,   Pramono Anung.
 

Pewarta: Rangga Pandu Berahi Jingga
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021