Program Pasar Digital UMKM diluncurkan 17 Agustus

Program Pasar Digital UMKM diluncurkan 17 Agustus

Saya sudah menggunakan peraturan menteri, BUMN tidak boleh saling tender. Ini kita prioritaskan untuk UMKM

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan akan meluncurkan program Rekan Digital (PaDi) UMKM pada 17 Agustus 2020.

Platform Pari UMKM merupakan upaya Kementerian BUMN dalam memberi ruang kepada karakter usaha mikro, kecil dan membuang (UMKM) untuk menjadi pemasok serta vendor BUMN.

“Ini saya rasa cukup besar buat keberpihakan kepada UMKM, ” perkataan Menteri Erick dalam diskusi bertajuk “BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat di era Covid-19” di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan proyek-proyek bernilai Rp250 juta hingga Rp14 miliar tidak lagi dilaksanakan oleh BUMN, tetapi akan dilaksanakan oleh UMKM.

“Saya sudah mengeluarkan sistem menteri, BUMN tidak boleh silih tender. Ini kita prioritaskan buat UMKM, ” ucapnya.

Ia menyampaikan terdapat delapan kelompok kegiatan belanja, yaitu material kontruksi, pengadaan sewa peralatan mesin, kebaikan konstruksi renovasi, jasa perawatan & mesin, jasa ekspedisi dan pembungkusan, jasa advertising, pengadaan penyewaan furniture, catering dan snack.

“Ini ada delapan, InsyaAllah kita akan lebarkan, ada enam sedang. Tapi saya menganut lebih cantik dimulai dari kecil tapi jalan, daripada hanya janji-janji tapi tak bisa implementasi, ” kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Ia mengemukakan terdapat 72. 189 UMKM penyedia dengan rata-rata nilai order per UMKM sebesar Rp250 juta.

“Kalau seluruh BUMN berjalan, nanti kurang lebih setahun itu capex (belanja modal)-nya Rp18 triliun lebih. Yang menarik belakang para pemenangnya ini juga mampu dibantukan pendanaan dari Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yang utama BRI untuk mendukung program ini, ” paparnya.

“Jadi, mereka sudah dapat janji, sudah ada kepastian pembayaran, zona nanti BRI mem-backup. Ini rencana akan meluncur di 17 Agustus, ” ucap Erick.

Ia menambahkan pihaknya berharap NU dapat untuk terlibat lebih aktif dalam program PaDi UMKM tersebut.

“Kami juga telah mengundang dari NU. Saya berharap dari program ini dari NU bisa lebih agresif karena ini program yang sangat baik, ” ucapnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan dengan paling penting dari program tersebut adalah pemerataan sehingga tidak didominasi oleh kelompok -kelompok tertentu.

“Indonesia bersyukur punya konglomerat sehingga berkolaborasi dengan kelas menengah, ” katanya.

Ia menyampaikan kalau saat ini pelaku UMKM sedang kesulitan untuk mengakses perbankan. “Ini yg terjadi di bawah seolah-olah itu. Memang ada program KUR, tapi masih banyak rintangan, ” ujarnya.

Ia optimistis, Erick yang juga sebagai Kepala KPCPEN dapat menjalankan amanahnya. “Mari sama-sama gandengan tangan yg nyata akan diridhoi Allah, ” sebutan Said Aqil Siradj.

Baca juga: Wamen BUMN: Platform PaDi UMKM diluncurkan Agustus

Baca juga: Pupuk Indonesia jadi optimalkan Pasar Digital UMKM

Baca juga: Kemenkop UKM: Permintaan produk UMKM melonjak di masa pandemi

Baca juga: Aviliani: Model bisnis UMKM harus berubah

Mengucapkan juga: Kemenkop UKM minta pelaku UMKM lakukan adaptasi bisnis

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020