PSBB total, Anies batasi aktivitas perkantoran non-esensial

PSBB total, Anies batasi aktivitas perkantoran non-esensial

Jakarta (ANTARA) berantakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatasi aktivitas perkantoran non-esensial tiba Senin (14/9) sebagai bagian sejak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Gembung (PSBB) total.

“Mulai Senin 14 September kegiatan perkantoran non-esensial harus dari rumah. bukan kesibukan usahanya tapi kerjanya di panti, ” kata Anies di Jakarta, Rabu.

Sebanyak 11 bidang esensial yang boleh lestari berjalan dengan operasional minimal. Bagian tersebut pun akan kembali dievaluasi oleh otoritas terkait.

“Jadi tidak boleh beroperasi semacam biasa, tapi lebih dikurangi dan perlu saya sampaikan bahwa permisi operasi pada bidang-bidang non-esensial yang dulu mendapatkan izin akan dievaluasi ulang untuk memastikan bahwa pengendalian pergerakan kegiatan, baik kegiatan daya maupun kegiatan sosial itu tak menyebabkan penularan, ” ujarnya.

Anies menginstruksikan agar segenap tempat hiburan di Jakarta buat ditutup, termasuk yang dikelola oleh Pemprov DKI, seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman kota.

Sementara kegiatan langsung di rumah seperti usaha makanan, rumah makan, restoran, cafe, diperbolehkan untuk tentu beroperasi, tetapi tidak diperbolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi.

“Jadi, pesanan diambil, pesanan diantar, tapi tidak prasmanan di lokasi, karena kita menemukan di tempat-tempat inilah terjadi hubungan yang mengantarkan pada penularan, ” katanya.

Khusus buat tempat ibadah, kata Anies, hendak ada sedikit penyesuaian.

“Tempat ibadah bagi warga setempat menerapkan protokol yang ketat. Artinya, rumah ibadah raya yang jamaahnya datang dari mana-mana lokasi tempat seperti masjid raya tidak dibolehkan untuk dibuka, harus tutup, ” katanya.

Tetapi sendi ibadah di perkampungan atau kompleks perumahan masih boleh dibuka selama pemanfaatannya dilakukan oleh masyarakat setempat.

Mengucapkan juga: Anies kembali berlakukan PSBB total
Baca juga: Wagub DKI sebut tidak mudah buat ambil kebijakan rem darurat
Baca juga: Satpol PP DKI akan rutin operasi tertib kedok di permukiman

Pewarta: Andi Firdaus serta Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2020