Sri Mulyani pastikan skema berbagi bahara BI tidak berlanjut di 2021

Sri Mulyani pastikan skema berbagi bahara BI tidak berlanjut di 2021

BI sebagai standby buyer akan dipertahankan, tapi pembiayaan melalui private placement itu eksepsional

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pembiayaan melalui skema berbagi beban ( burden sharing ) dengan Bank Indonesia tidak hendak berlanjut di 2021.

“BI sebagai standby buyer akan dipertahankan, akan tetapi pembiayaan melalui private placement itu eksepsional, hanya one off untuk 2020, ” kata Sri Mulyani dalam bertemu pers Nota Keuangan dan RAPBN 2021 di Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani menjelaskan pemerintah masih mempertimbangkan partisipasi Bank Indonesia dalam lelang Surat Berharga Negara (SBN), terutama dalam lelang rutin terjadwal pada 2021.

Terkait rencana pembiayaan APBN tarikh depan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih mengoptimalkan penerbitan SBN daripada sumber domestik maupun global.

Untuk penerbitan SBN ritel, pemerintah akan melakukan penjualan obligasi tersebut untuk pendalaman pasar tulisan utang dengan mempertimbangkan minat investor domestik.

Sementara itu, untuk penerbitan surat utang berdenominasi valuta asing, akan diupayakan dengan memanfaatkan fleksibilitas antarinstrumen utang guna mendukung kebutuhan pembiayaan.

“Kita tentu optimalkan sisi penerbitan SBN baik dari domestik maupun global. Kita akan oportunistik serta mencari momen untuk penerbitan SBN baik ritel dan nonritel, naif syariah maupun global berdasarkan timing , ” katanya.

Sebelumnya, pemerintah meramalkan pembiayaan sebesar Rp971, 2 triliun dalam RAPBN 2021 atau turun dari target dalam Perpres 72 Tahun 2020 sebesar Rp1. 039, 2 triliun.

Pemerintah merencanakan pembiayaan tersebut untuk menangkup defisit anggaran yang pada 2021 diperkirakan mencapai 5, 5 upah terhadap PDB.

Baca juga: Pemerintah akan bicara dengan DPR soal transformasi desain RAPBN 2021
Menyuarakan juga: Menkeu: Banyak negara berbagi beban dengan bank sentral atasi COVID-19
Baca juga: Soal defisit anggaran 5, 5 upah, pengamat sebut kurang besar

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020