Sri Mulyani: Pulihnya ekonomi, tantangan pada kuartal IV dan 2021

Sri Mulyani: Pulihnya ekonomi, tantangan pada kuartal IV dan 2021

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah memiliki tantangan untuk memulihkan ekonomi secara penuh dari tekanan kelanjutan pandemi COVID-19 pada kuartal IV tahun ini maupun tahun ajaran.

“Resiliensi (kemampuan beradaptasi) diharapkan terjadi…. jadi tidak hanya sekadar bangkit tapi menjadi pulih ekonominya secara penuh dan ini ialah tantangan kita di kuartal IV dan tahun 2021, ” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani menuturkan kondisi perekonomian saat tersebut telah mengalami pembalikan dari yang tadinya sangat tertekan menjadi lebih baik pada kuartal III jadi pertumbuhannya meningkat meski masih di zona negatif.

Menurut nya, pembalikan ekonomi ini terjadi sebab adanya dorongan pada berbagai agenda PEN tahun ini yang mematikan anggaran hingga Rp695, 2 triliun dengan enam fokus bidang.

Sri Mulyani menegaskan buat menjaga momentum pembalikan menjadi pemulihan ini maka berbagai kebijakan pendorongnya harus diteruskan hingga tahun aliran yakni tercermin melalui APBN 2021.

“Dari sisi langsung memperbaiki kondisi perekonomian maka APBN 2021 menjadi penting, ” katanya.

Menyuarakan juga: Sri Mulyani pantau efektivitas program PEN ke masyarakat & ekonomi

Ia menyebutkan untuk tahun ini belanja mencapai Rp2. 739, dua triliun sementara pendapatan diperkirakan Rp1. 699, 9 triliun sehingga defisitnya sebesar Rp1. 039 triliun atau 6, 34 persen dari PDB.

Sri Mulyani menuturkan kebijakan fiskal pada tahun tersebut akan diteruskan sampai tahun aliran sehingga defisitnya masih di atas 3 persen yaitu 5, tujuh persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp1. 006, 37 triliun.

Hal tersebut dilakukan karena pemerintah tetap pokok pada penanganan pandemi serta meneruskan berbagai pembangunan sehingga belanja 2021 mencapai Rp2. 705 triliun secara pendapatan yang diperkirakan Rp1. 746 triliun.

“Defisitnya masih cukup besar karena tahun ajaran temanya di seluruh dunia buat kebijakan fiskal dan moneter jangan menarik atau mencabut kebijakan tersebut terlalu cepat karena ekonomi bisa jatuh lagi, ” katanya.

Sementara itu, ia menjelaskan kebijakan strategis pemerintah tahun aliran melalui APBN meliputi bidang pelajaran dengan anggaran Rp550, 5 triliun, kesehatan Rp169, 7 triliun serta perlindungan sosial Rp421, 7 triliun.

Kemudian bidang infrastruktur Rp413, 8 triliun, ketahanan pangan Rp104, 2 triliun, pariwisata Rp15, 7 triliun, serta ICT Rp29, 6 triliun dalam rangka menunjang kebutuhan masyarakat yang saat ini aktivitasnya bergantung pada internet.

Baca pula: Menkeu: Pemerintah cadangkan Rp35, satu triliun vaksin-imunisasi COVID

“Prioritas dalam APBN 2021 adalah kombinasi antara tentu menjaga dan menangani pandemi namun di sisi lain mulai mengembalikan ekonomi dan membangun kembali Indonesia, ” tegasnya.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020