UMKM bisa manfaatkan dana di rekan modal

UMKM bisa manfaatkan dana di rekan modal

Jakarta (ANTARA) berantakan Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah mengatakan buat mendukung permodalan, usaha mikro, mungil dan menengah dapat memanfaatkan derma di pasar modal.

“Bisa memanfaatkan pasar modal agar tidak semata-mata bertumpu APBN/APBD yang jumlahnya terbatas, ” kata Said Abdullah di Jakarta, Ahad, menanggapi banyaknya UMKM terutama di Jakarta yang mengalami kesulitan permodalan selama wabah COVID-19.

Selama itu, kata Said, bursa saham pada Indonesia terlalu bias terhadap daya besar sehingga tidak mengherankan bila pada akhirnya jumlah emiten tidak bertambah signifikan dari tahun ke tahun.

“Karena itu, lantai bursa keuangan perlu diisi oleh kelompok usaha skala UMKM, pihak otoritas bursa tinggal membenarkan kelayakan dan kesehatan usaha, sekaligus prospek bisnisnya, ” ujar Said Abdullah.

Menurut dia, APBN Tahun 2021 akan bertemu tantangan yang berat ke ajaran. Hal ini diperparah situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis dan penuh dengan ketidakpastian.

Karena itu, fokus penyusunan RAPBN harus diarahkan pada upaya percepatan pemulihan ekonomi dengan melakukan bermacam-macam transformasi struktural yang berkelanjutan.

Baca pula: Ketua Banggar DPR: Kemunculan desa fiktif jangan dianggap remeh
Baca juga: KRKP: Sedikit ahli pertanian yang berminat pada pertanian


Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR periode 2019-2024 dari Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah memiliki palu pimpinan usai rapat penetapan Ketua Banggar di ruang Banggar, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aa.

RAPBN yang disusun kredibel pada membaca masalah pada tahun 2021. Sebab kekusutan masalah sektor ekonomi akibat COVID-19 menjadi tali-temali berantakan sekaligus pelik.

“Saya taksir, perlu kejernihan pemikiran agar kebijaksanaan yang kita susun pada tarikh depan akurat mengurai kusutnya masalah, ” katanya.

Said mengatakan  situasi pandemi sekarang memerlukan kebijakan yang luar biasa (extra ordinary) yang berdampak pada postur APBN 2021 sebagai faktor kunci dalam orkestra pemulihan ekonomi nasional.

Said menyarankan APBN 2021 lebih fokus kepada agenda bantuan sosial, dukungan UMKM khususnya sektor primer dan ekspor, mitigasi risiko keuangan dan untuk kecendekiaan fiskal.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian itu menegaskan penurunan penerimaan perpajakan tarikh ini juga sebagai konsekuensi daripada fasilitas perpajakan yang digunakan untuk membantu pelaku usaha.
Baca juga: Said Abdullah: Badan Anggaran siap jadi mitra hasilkan APBN sehat
Menangkap juga: Rapat Banggar DPR usulkan defisit anggaran 2, 35 tip
Baca juga: Said Abdullah pimpin Badan Anggaran DPR MENODAI

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020