Yasonna: Penangkapan Djoko Tjandra jadi momentum penegakan hukum

Yasonna: Penangkapan Djoko Tjandra jadi momentum penegakan hukum

Jakarta (ANTARA) – Menteri Hukum dan PEDOMAN Yasonna Laoly mengatakan bahwa interpretasi Djoko Tjandra  menjadi momentum buat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia.

“Penangkapan Djoko Tjandra menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum dan aparat penegak hukum di Indonesia, ” cakap Yasonna dalam keterangan tertulis dengan diterima di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan penangkapan tersebut setidaknya telah mengakhiri rumor atau teka-teki tentang keberadaan Djoko Tjandra.

Menyuarakan juga: Kabareskrim: Penangkapan Djoko Tjandra instruksi langsung Presiden

Hal ini, logat dia, juga menjadi pernyataan tabiat yang tegas bahwa negara tak bisa dipermainkan oleh siapa biar yang mencoba-coba bersiasat mengangkangi patokan di negara ini.

“Oleh karena itu, keberhasilan interpretasi ini harus diikuti dengan proses peradilan yang transparan hingga bisa menguak kasus tersebut secara nyata benderang, ” ucap Yasonna.

Dalam kesempatan itu, Yasonna secara khusus juga menyampaikan apresiasi kepada Bareskrim Polri atas kejayaan menangkap sosok yang kabur sejak 2009 tersebut, terlebih karena cara penangkapan itu dimudahkan melalui ancangan “police to police”.

Baca juga: Kabareskrim: Penangkapan Djoko Tjandra bukti Polri serius

“Sebelumnya masyarakat menuding Kepolisian tak serius mencari tahu dan menangkap Djoko Tjandra. Kini semua mampu melihat bahwa tudingan itu tak benar, ” ujar dia.

Diketahui, Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, di Kamis (30/7).

Interpretasi dilakukan tim khusus bentukan Kapolri yang dipimpin Kabareskrim Komjen  Penuh Listyo Sigit Prabowo dan bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia. Kerja sama model “police to police” dilakukan setelah Djoko Tjandra terdeteksi berada di Negeri Jiran tersebut.

Baca juga: Bamsoet apresiasi kejayaan Polri tangkap Djoko Tjandra

Di sisi lain, Yasonna menyebut kasus Djoko Tjandra yang seakan dengan gampang bisa keluar-masuk Indonesia kendati berkedudukan buronan harus menjadi pelajaran untuk setiap lembaga penegak hukum dalam Indonesia.

Dia biar menyinggung Polri yang telah mengusut petingginya yang mengeluarkan surat jalan untuk Djoko Tjandra.

“Tentu ini harus diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi lembaga penegak hukum lain untuk mengabulkan hal serupa terhadap anggotanya yang diduga terlibat dalam surat ustaz Djoko Tjandra. Pencopotan semata tentu tidak cukup, harus diikuti dengan proses pidana, ” kata Yasonna.

Membaca juga: DPR apresiasi Polri mengambil Djoko Tjandra

Yasonna berharap hal itu dapat menjadi pelajaran agar tidak ada lagi oknum lembaga penegak hukum di Indonesia yang merasakan bisa bermain-main dengan hukum pada negeri ini.

“Negara tidak akan berkompromi soal ini, ” ucap dia.

Baca juga: Dongeng buron Djoko Tjandra hingga ditangkap di malam takbir Idul Adha
Baca juga: Mahfud MD tak kaget Djoko Tjandra akhirnya ditangkap
Baca juga: Penangkapan Djoko Tjandra libatkan Polisi Diraja Malaysia
Baca juga: Tito Karnavian apresiasi keberhasilan Polri tangkap Djoko Tjandra

 

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © KURUN 2020